Monday, January 18, 2010

Kota Kinabalu: Kumpulan ingatan

Kota Kinabalu, Sabah, East Malaysia

Gaya Street, Fong Ip cafe
18 Januari 2010malam terakhir di Kota Kinabalu

Mengingat sedikit banyak hal yang terjadi selama tujuh hari kebelakang,
tentang pasar malam, Adam teman baru kami di One Borneo, kegemaran baru kami si cincau susu, kadazan, jalan Gaya juga Fong Ip


 Mas asli melayu yang agak galak sewaktu mengobrol di Philippine Market
 
  Namanya Tossy
 
 Si kecil yang suka menutup kepalanya dengan kantung plastik
 
 Dengan keluarga besar Joday dari Sulu di Philippine Market pt.I
 
  Dengan keluarga besar Joday dari Sulu di Philippine Market pt.II
 
  Mencoba menebak mimpi
 
  Dengan si cantik yang ramah.."Weeekk!"
 
  Cumi bakar sepuluh ringgit
 
  Tuna bakar kesukaan Indrawan
 
 Nasib cumi dan tuna setelah setengah jam
 
 Ini 'perkakas' untuk meramu kuah samball bernama 'Asam Jawa'
 
   Philippine Market saat malam pt.I
 
    Philippine Market saat malam pt.II
 
    Philippine Market saat malam pt.III
Salah satu gambar favorit kami berdua
cantik ya?

Kemudian lagu yang dinyanyikan selama berulang-ulang di Gaya's Sunday Market 


Sayang sayang saya Kinabalu.. 
Kaamatan Pesta bulan lima.. 
sayang sayang kita pergi tamu, 
jalan Tamparuli hati saya rindu

Thursday, January 14, 2010

Kota Kinabalu: Intermezo

Salah satu minuman paling berjasa dalam kehidupan kami berdua selama di Kota Kinabalu



Cincau susu Fong Ip Cafe
1.8 MYR sahaja

Dan perempuan keturunan Philipina - Brunei yang mengingatkan kami bahwa namanya tidak sama dengan Sheila on 7 .. -_-"


 Sheila anak pemilik penginapan.
Gambar diambil oleh Eddy (terima kasih banyak!)

Wednesday, January 13, 2010

Kota Kinabalu: A New Way to Smoke Cigarettes

Kota Kinabalu, Sabah, East Malaysia

Gaya Street, Fong Ip cafe

Berawal dari susahnya Indrawan berhenti dari kebiasaan yang satu ini, dan kemudian harga rokok yang mahal, maka munculah alternatif ini..

Tadaaaa!!
Membuat rokok sendiri

 
 
 

Keuntungannya,
selain tembakau ini beraroma kopi, untuk membuat satu rokok membutuhkan waktu sekitar satu sampai satu setengah menit,..jadi...semakin sedikit pula dia merokok.. 
yay!

Tuesday, January 12, 2010

Kota Kinabalu: Asia Adventure Lodge

Kota Kinabalu, Sabah, East Malaysia

Gaya Street, Fong Ip cafe
12 Januari 2010
saat (lebih) gelap


Dan ternyata memang kami tidak berpidah dari penginapan ini semenjak hari pertama kami datang ke Kota Kinabalu.
Terletak di jalan Gaya, dengan empat puluh ringgit semalam bisa mendapatkan ; handuk bersih, selimut (yang perbedaannya dengan handuk hanya berdasar ukuran saja), french toast dengan kopi panas untuk sarapan dan air panas untuk mandi..
ahay! 

pemandangan dari balik jendela di kamar nomor tiga
 
kumpulan bawaan kami yang memenuhi satu bunk bed
 
saat malam hari dengan bantuan lampu jalan
 
kamar nomor lima, sebelum kami memutuskan pindah ke kamar nomor tiga,
tanpa AC namun berjendela 
 
  mencoba peruntungan dengan mengais ngais wi-fi bocor
Ps. Penginapan ini ditutup pukul setengah satu malam dengan pemilik penginapan, seorang wanita paruh baya keturunan Philipina, tidur tepat di bawah meja resepsionis untuk menjaga pintu.Meninggalkan rasa bersalah yang amat sangat saat pulang larut dan mendapati beliau muncul dari balik meja dengan rambut terburai (dalam mode slow motion)

Kota Kinabalu: Lodge

Kota Kinabalu, Sabah, East Malaysia

Gaya Street, Fong Ip cafe 
12 Januari 2010
saat gelap 
"Hotel murah hidup meriah" 
                                                 -indrawan prabaharyaka

Mungkin itu adalah kalimat yang memandu perjalanan dan memacu semangat kami mencari hotel murah selama di Kota Kinabalu.
Sebenarnya kami sudah duduk manis di dalam Hotel murah meriah berjudul 'Asia Adventure Lodge' dengan harga empat puluh ringgit semalam.
Tapi tentu,.. belum puas rasanya kalau belum menyisir kota (halah

 dragon inn pt.I
salah satu penginapan paling murah yang kami jumpai,
sekitar 25 MYR/malam,
namun juga yang paling menyeramkan 
 
dragon inn pt.II
Kotak surat di lantai bawah

 
Ruby inn
 menurut salah satu sumber merupakan 
hotel tempat bertemunya 'para binan' Kota Kinabalu
 
Aminah Inn

 
 eerrrhh...lupa..
Ini bagian belakang hotel,.. 
caranya menjemur sprei justru membuat kami tertarik untuk masuk..hahay
 
Federal inn
 
  Fine Bay Hotel
 
 Victoria Hotel
 
 Penginapan yang mirip PMI 
 
 Kasymir Rest House pt.I
salah dua penginapan paling murah yang kami jumpai,
tersedia berbagai pilihan,
mulai dari 35 sampai 18MYR..
Sayang sekali kamarnya tidak diabadikan *nyengir 
 
 Kasymir Rest House pt.II
tangga menuju kamar di lantai tiga..hampir tersesat 
 
Summer Lodge Inn
Tetangga penginapan kami ..

Kesimpulan,
Pertama, jangan pernah menjadikan buku pedoman bepergian sebagai kitab suci.
Meskipun itu adalah buku panduan bepergian paling yahud saat ini.
Karena kenyataannya harga-harga disana seringkali sudah naik bahkan hampir lima puluh persen, tapi tentu, tempat yang dianjurkan disana adalah tempat yang bisa dikatakan hampir pasti nyaman a.k.a layak huni 
Kedua, terima saja kenyataan bahwa kita tidak bisa memiliki semuanya sekaligus.
Jendela, kamar mandi layak pakai, dinding bebas jamur, kasur yang masih terbungkus sempurna, akses dekat jalan raya, dan harga murah..
Ketiga, terima kasih atas pengertiannya meninggalkan Kasymir .. T.T  


Monday, January 11, 2010

Kota Kinabalu: Borneo 1945 Museum Cafe

Kota Kinabalu, Sabah, East Malaysia

Borneo 1945 Museum Cafe
Saat makan malam

Terdengar keren ya?
Sayangnya ini bukan museum yang sebenarnya.
Ini adalah kopitiam kecil yang ditemukan secara tidak sengaja karena dorongan perut dan koneksi internet.
Berukuran sekitar tiga puluh meter persegi mungkin,
dan kami memilih duduk di meja kayu luar ruangan.
Ditemani rintik-rintik hujan dan kedai-kedai yang sudah tutup..heu

Kami memilih untuk berhemat dengan memesan french toast dan telur setengah matang,
merupakan set menu paling murah yang ditawarkan.
Kemudian tentunya secangkir teh tarik panas untuk menghangatkan malam...


 tempat berteduh
 
 teman berceloteh
 
roti panggang dan teh panas

 .i could not ask for more  :)


Selamat menghirup udara Ibukota Sabah


It started over coffee
we started out as friends
It's funny how from simple things
the best things begin..
[Adams, Bryan; Hamlisch, Marvin; Lange, Robert John; Streisand, Barbra] 

Menumbok - Kota Kinabalu: Seratus enam puluh menit

Kota Kinabalu,
11 Januari 2010

Akhirnya meninggalkan Negeri Minyak dan mencapai Kota Kinabalu setelah tiga jam terayun di lautan dengan ferry bernama Shuttle Hope.


 
 
  
 Kapal ini baru saja di beli dari Jepang beberapa bulan yang lalu.
Dan memiliki toilet yang luar biasa rapi,
mungkin karena itu dinamakan Shuttle Hope
memberikan sinar harapan bagi para pecinta toilet kapal
*halah
Namun toilet ini menarik perhatian saya sejak pertama kali membuka pintunya,
dua kubikal, satu basin dan satu shower lengkap dengan tirainya
(seriusan!)


 teman-teman baru kami,
mas-mas Jawa (lagi)
 
Mas yang satu ini, sudah melanglang buana ke China, Jepang dan Korea..heu
 

Selamat datang di Shuttle Hope! 
didalam kami pun bisa berselonjor ria sambil menonton film Jepang picisan
(bari tetap meneteskan air mata..)

Sunday, January 10, 2010

Bandar Seri Begawan: Kampung Ayer

Kampung Ayer,
sore terakhir di Bandar Seri Begawan 



Kami akhirnya berhasil menaiki taksi air yang sebelumnya saya ceritakan.
Dibutuhkan sekitar lima belas dollar Brunei untuk berkeliling Kampung Ayer, sekitar seratus ribu rupiah.

Kapal kecil yang kami tumpangi membelah air dengan sempurna, dan saya mulai berimajinasi apa yang akan saya lakukan bila kamera yang saya pegang jatuh kedalam air.
Rasa ingin mati saja.
Kata Indrawan otak saya penuh dengan dunia fiksi..hahay.

Dan inilah Kampung Ayer..sebuah kampung terapung dengan lahan parkir sebesar Bandung Supermall.

Semoga kalian melahirkan anak-anak yang sehat dan senang bersepeda.
Tentu menyenangkan melihat mereka berlarian disini..
plung!


 

 

Lalu
Cerita sebenarnya tentang Kampung Ayer dari lensa matamu disini

diambil oleh anugrah tangke.terimakasih banyak.


Selamat tinggal Bandar Seri Begawan
Hasta la vista 

Bandar Seri Begawan: Rukiah binti Abdullah

Suatu waktu di pasar Kianggeh,

"Kemari"

Nenek mungil itu memanggil saat menangkap baah saya mengambil gambarnya dengan kamera.
"Nak tengok.."
Ternyata beliau ingin melihat hasilnya,
"Cantik kan makcik?"
"Hehe.. iya cantik,
  Nanti boleh kamu cucikan lalu bagi dekat sini?"

Beliau seorang mualaf, ayahnya seorang China dan suaminya sudah meninggal.
Setiap harinya berjualan sayur di Pasar Kianggeh dengan sewa 175 dollar Brunei setahun.
 Mengucap salam pada Rukiah binti Abdullah
 
"Mata saya sudah tidak dapat melihat dengan jelas"
 
 Salah satu jualan Ibu Rukiah 
 
 "Bawa ini pulang untuk masak"
 
"Panggill Nini bukan Makcik"

Sunrise doesn't last all morning,
a cloudburst doesn't last all day.
Seems my love is up
and has left you with no warning.
But it's not always going
to be this grey.
 
-georgeharisson- 

Teringat almarhumah nenek saya tercinta, Siti Roekijah